Pembunuhan Balita Oleh Ayah Tiri Di Botang Terungkap
Kamis, 18 Mei 2017
MENGEJUTKAN!!! Fakta Baru Terungkap Dari Hasil Autopsi Tewasnya Navita
Navita Tewas Akibat Pendarahan Otak
“Korban mengalami pukulan atau siksaan yang cukup mengerikan, prediksi kami juga korban tidak diberi makan sebelum dipukul, sampai isi lambungnya bersih tanpa makanan,” Iptu Rihard Nixson -- Kasat Reskrim Polres Bontang
BONTANG • Dua pekan lebih pasca pembunuhan Navita (3) yang tewas di tangan ayah tirinya masuk babak baru. Dari hasil autopsi yang sudah diterbitkan dokter forensik RS AW Syahrani pada Selasa (16/5) lalu, terdapat beberapa luka yang tersembunyi, termasuk fakta jika Navita tewas akibat pendaraan otak. Selain sekujur tubuhnya mengalami luka memar bekas hantaman benda tumpul, dubur bocah malang itu pun sobek.
Baca JUga: KEJAM!!! Dikubur dengan Cara Tak Laik, Jasad Navita Ditemukan Penuh Lebam
Peristiwa penganiayaan ayah tiri Fardi Saldi alias Ardi (20) terhadap anaknya Navita memang sangat memilukan. Fakta baru pun banyak terungkap dari hasil autopsi. Bahkan, Polisi pun harus melakukan penyidikan ulang karena ada luka yang tidak diketahui Polisi dan perlu mendapat jawaban dari tersangka Ardi.
Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim Iptu Rihard Nixson mengatakan, hasil yang dikeluarkan dari dokter forensik menjelaskan tulang atas tengkorak mengalami retak. “Kesimpulannya, penyebab kematian korban Navita akibat pendarahan pada otak yang menyebabkan kegagalan fungsi susunan syaraf pusat, selain itu diperberat juga dengan luka akibat kekerasan benda tumpul di sekujur tubuhnya,” jelas Rihard saat ditemui di ruangannya, Rabu (17/5) kemarin.
Dirincikan dia, pemeriksaan luar jenazah Navita bocah dengan tinggi badan 92 cm, warga Jalan KS Tubun, Gang Arwana 1 RT 17, Kelurahan Tanjung Laut Indah ini dari ujung kepala sampai ujung kaki terdapat luka memar. Kulit kepala luka memar, dahi, mata, hidung dan mulut sampai mengeluarkan darah. Pipi kiri dan kanan korban juga terdapat luka memar dan luka lecet bulat menyerupai bekas gigitan. Gigi seri korban ada yang patah dengan rahangnya. “Adanya luka gigitan berati korban digigit juga selain dipukul, kami harus memeriksa kembali tersangka. Karena saat diperiksa tersangka tidak bilang sempat menggigit korban, sementara hasil autopsi terdapat luka gigitan,” ujarnya.
Kedua telinga dan leher korban, lanjut dia, juga terdapat luka memar dan luka lecet. Sementara di dada dan perut juga terdapat luka memar di luar dan pendarahan di dalam. Bagian lengan keduanya, punggung, paha hingga kaki juga terdapat luka memar. Di lubang anus korban terdapat luka sobek sampai ke otot. “Terkait luka robek pada dubur korban hingga menembus otot, kami juga harus tanya kembali ke tersangka,” kata Rihard.
Yang lebih miris, Rihard menyatakan dari hasil autopsi didapati bahwa lambung korban kosong tanpa makanan ataupun minuman. Termasuk dalam usus korban hanya terdapat gas pembusukan tanpa ada kotoran sisa makanan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa korban tidak mendapat asupan makanan atau susu sebelum dianiaya. Sementara kedua ginjalnya mengalami pendarahan. Tulang tengkorak retak disertai pendarahan di otak. “Korban mengalami pukulan atau siksaan yang cukup mengerikan, prediksi kami juga korban tidak diberi makan sebelum dipukul, sampai isi lambungnya bersih tanpa makanan,” ungkap Rihard.
Banyaknya fakta baru yang terkuak, Rihard pun menyatakan akan kembali memeriksa tersangka. Selanjutnya, pihaknya akan melanjutkan ke proses rekonstruksi. “Saat ini, kami masih merampungkan berkas rekonstruksi untuk dikirim ke Kejaksaan,” pungkasnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa pada Senin 1 Mei 2017 lalu terungkap kasus pembunuhan ayah tiri terhadap anaknya. Awalnya, tersangka Ardi mengaku korban Navita meninggal akibat menjadi korban tabrak lari. Namun berkat ketelitian dan kejelian Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut Indah Aiptu Mulyo, pembunuhan tersebut bisa terungkap lantaran terdapat kejanggalan. Polisi pun mengamankan Ardi dan istrinya Nita (20) yang menikah sejak bulan November 2016 lalu. Navita, merupakan anak kandung Nita dari hasil pernikahan pertamanya. Diduga karena cemburu terhadap anak tirinya, Ardi tega membunuh Navita dengan cara dianiaya hingga Navita menghembuskan nafas terakhirnya di perjalanan pulang dari Melak menuju Bontang.
Pasangan tersebut pun sepakat membuat skenario dan menguburkan Navita dengan cara tidak layak di tengah hutan di wilayah Prangat Kecamatan Marangkayu. Saat dibongkar Polisi, jasad Navita dipenuhi luka memar disekujur tubuhnya. Ardi pun ditetapkan sebagai tersangka, sementara istrinya masih sebagai saksi. (mga)
Pembunuhan Balita Oleh Ayah Tiri Di Botang Terungkap
Reviewed by Muhammad Rasidi
on
07.46
Rating:
Reviewed by Muhammad Rasidi
on
07.46
Rating:



Tidak ada komentar: